Sunday, December 13, 2009

Project Akhir Tahun #7



“Tahun Baru Harapan Baru”
Project Awal Tahun begitulah kami menamakan acara ini, menyikapi fenomena perayaaan pergantian tahun Masehi yang bukan hanya sekedar sebuah fase dari proses perjalaan sejarah hidup manusia, tetapi mungkin ini bisa menjadi suatu pengharapan untuk dapat menjalani ketahun berikutnya. Persoalan apakah akan lebih maju /sama saja atau malah mengalami kemunduran itu tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Setidaknya istilah ini kami analogikan dengan bentukan kecil dari sebuah refleksi kami
terhadap perkembangan evolusi manusia yang menuntut kita untuk selalu berkembang pada jenjang kehidupan selanjutnya. Baik ditinjau dari perspektif budaya, teknologi, ekonomi dan social yang kesemuanya itu pasti akan menimbulkan masalah-masalah baru yang akrab disekitar kita. Dari kesemua penyelenggaraannya kami tampilkan berfokus pada satu tempat, yaitu Jakarta. Kenapa Jakarta? Ya’ karena kami melihat bahwa Jakarta adalah kota tempat pemukiman yang relatif besar, berpenduduk padat dan individu-individu yang secara sosial heterogen. Sebagai tempat pemukiman yang mempunyai wilayah yang cukup besar dan ditandai dengan adanya bangunan perkantoran yang megah, rumah yang permanen dengan tata letak yang teratur, pemukiman-pemukiman kumuh yang letaknya berada di pinggiran kota, jalan-jalan yang dipadati oleh kendaraan besar dan kecil, serta adanya aktivitas kehidupan 24 jam terus berjalan tanpa henti. Jakarta akhirnya harus dipandang sebagai potensi yang sangat besar untuk kebudayaan. Budaya perkotaan yang unik interpretatif telah terbentuk dalam struktur pola pikir masyarakat kota Jakarta. Secara konkret ataupun ideologi, semua orang memiliki tanggapannya sendiri tentang gejala yang dihadapinya.

Penyikapan dalam proses adaptasi masyarakat Jakarta terhadap budaya urban menjadi suatu masalah tersendiri. Seringkali ketidak sesuaian penyikapan tersebut terjadi ketika adanya kesalahan interpretasi suatu nilai objektivitas dalam masyarakatnya. Dengan segala kemajemukan masyarakat Jakarta, perlu dilihat bahwa background kultur yang beragam mempengaruhi cara pandang berikut aplikasinya terhadap sistem yang berlaku. Jakartapun dapat menjadi sebuah objek ataupun subjek dalam pembentukan pola masyarakat tersebut.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
pendataan : 14-22 desember 2009


PRESENTASI

Tanggal : selasa,22 Desember 2009
Tempat : serrum, jl. kayumanis II No. 12, kayu manis jakarta timur' 13130 ( 021-8194737)

EKSEKUSI & PAMERAN

Tanggal : selasa, 29 Desember 2009

Tempat : Terowongan jl. Blora & Terowongan jl. Dukuh atas


KETENTUAN
* mengisi formulir pendataan.

* mengikuti presentasi karya.
* biaya produksi tanggung sendiri.

more info :

/ oombow 08176816556 / 021-71220482
/ serrum 021-8194737

Perayaan Hari HAM se-Dunia @TIM

Monday, November 30, 2009

street art tribute to guru [eksekusi]

during the process





the participants















Garis Keras, Speak Lala, Stenzilla, Corat-coret, Attomatic feat Ari emak, Arman (propagraphic), The Robowobo, and Isrol Triono (Atap Alis).




































































































































Blora, Jakarta @ 2009

Friday, November 13, 2009

street art tribute to guru


* STREET ART TRIBUTE TO GURU *
Di tengah tengah kegiatan dan pekerjaan kita saat ini masihkah kita mengingat guru-guru kita yang pernah mengajari pelajaran-pelajaran di bangku sekolah dan ternyata mempunyai pengaruh besar dan berguna bagi kehidupan kita saat ini? masih inggatkah siapa nama nama mereka? masih inggatkah sekumpulan kalimat atau ungkapan khas yang selalu keluar dari mulut mereka? ingatkah materi pelajaran yang diberikan oleh mereka dikelas dulu? dan ingatkah kamu, apakah pernah mengucapkan terima kasih atas jasanya pada diri kita dalam kehidupan ini?

HAH PROJECT'street art tribute to GURU' adalah ajakan bagi para street artist untuk berkarya meyuarakan rasa terimakasih kita kepada guru yang telah berjasa pada diri kita dan kehidupan ini melalui karya mural, grafiti, wheatpaste, stensil dan poster.kegiatan ini merupakan berkarya bersama di tembok-tembok jalan di jakarta secara bersama-sama pada pagi dini hari tanggal 25 november 2009 yang bertepatan dengan hari Guru Nasional. kegiatan kolektif ini diselenggarakan oleh propagraphic.

Kami tunggu respon teman teman street artist untuk mengkomfirmasi keikutsertaanya paling lambat 20 november 2009. Teknikal meeting akan membahas titik berkarya,yang akan diadakan di serrum jl. kayu manis II no 12 pada tanggal 13,16,20 november 2009 pukul.19.00

kegiatan kolektif ini diselenggarakan oleh propagraphic. Kami tidak menyediakan cat atau dana produksi.
Setiap street artist/kelompok yang terlibat akan mendapatkan video dokumentasi proses berkarya "tribute to GURU" mereka.
terima kasih.

lokasi di tiga titik kota Jakarta.
- Tembok terowongan Blora,
- Terowongan Dukuh atas,
- Tembok bypass jl. Pemuda, Rawamangun.

time line produksi
13 november 2009 sosialisasi kegiatan
16 november 2009 technical meeting.
20 november 2009 pendataan & technical meeting.
24 november 2009 Aksi mural/pembuatan penempelan karya poster.
24 -25 november 2009 Produksi video dokumentasi.
28- 5 Desember 2009 Editing.
6-8 Desember 2009 Proses copying.
10-15 Desember 2009 Pendistribusian video dokumentasi.

Hasil kegiatan dipublikasi melalui web site www.serrum.org. 50 keping dvd didistribusikan ke: ruangrupa, mess 56, komunitas belanak, tembokbomber, 20 SMA di jakarta, ivaa, risetdok galeri nasional, depdiknas, pgri, ……..

Propagraphic
Serrum

cp:
serrum 021-819-4737
oombow 021-7122.0482

Thursday, May 7, 2009

poster pemilu bersama taring padi dan atap alis

project poster pemilu ke-dua yang dilakukan propagraphic bersama teman-teman dari komunitas taring padi jogja dan atap alis jakarta. lokasi penempelan poster di teromongan stasiun soedirman tepatnya di Jl. blora jakarta pusat.






project hah #2

Pada Project HAH kali ini ( baca : Project HAH #2 ) mengangkat tema pendidikan secara global di Indonesia. Mencoba mengkritisi sistem pendidikan yang ada dengan melihat kepada arah mutu pendidikan itu sendiri dengan komponen didalamnya. Bagaimana peranan pendidikan dalam menentukan kemajuan suatu bangsa.
DIharapkan ini dapat menjadi tema yang menarik untuk Project kali ini. Dikatakan bahwa mutu pendidikan menentukan keberhasilan suatu kaum atau negara. Negara yang maju maka mutu pendidikannya baik / tinggi, sedangkan sebaliknya negara yang terpuruk sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang rendah. Segala sistem dan perangkat yang ada didalamnya tidaklah baik.
Bagaimana dengan di Indonesia sendiri. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mutu pendidikan di Tanah Air sampai saat ini masih rendah. Cukup banyak bukti yang dapat digunakan untuk mendukung kesimpulan itu. Rata-rata hasil ujian akhir nasional, ujian akhir sekolah--atau apa pun namanya--untuk semua mata pelajaran berkisar pada rentangan 5 sampai 7 saja
Segera muncul pertanyaan, mengapa kualitas pendidikan di Indonesia rendah? Pertanyaan itu sebenarnya juga telah menjadi pertanyaan umum dan klasik di tengah masyarakat. Apakah lantas menjadi kesalahan murid yang malas belajar. Sangatlah bodoh jika terus kita menyalahkan para murid tanpa mau berkaca dan melihat siapa yang sebenarnya memegang peranan dalam proses pembelajaran ini.
Guru dikatakan menjadi penyebab dari rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, Ini akibat dari rendahnya kualitas / kompetensi mereka dalam mengajar. Disisi lain masih banyak para guru yang menyalahkan murid karena malas belajar, susah diatur dan tidak mau menurut apa kata orang tua. Sebuah bentuk feodalisme yang masih mengakar sampai sekarang. Tak sedikit juga para guru menyalahkan sistem yang ada, sistem yang berlaku didalam proses pembelajaran yang merupakan kebijakan dan aturan main pemerintah dan lembaga terkait.
Peranan sekolah juga sangatlah besar didalam hal ini, Sekolah sebagai tempat / fasilitas para murid harusnya dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menjamin para muridnya untuk bisa. Bukannya seperti itu konsepsi dari pendidikan, yaitu mendidik anak dari tidak bisa menjadi bisa. Selain itu sekolah yang mempunyai kewenangan dan kebijakan dalam menentukan guru - guru berkualitas dan kompeten sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran.
Lalu murid menyalahkan siapa? Apakah selamanya akan menjadi objek pelampiasan kegagalan sistem dan mutu pendidikan. Jika ditanya sudah pasti mereka menyalahkan para guru yang ‘ga bener’ dalam menyampaikan materi. Sudah selalu disalahkan para murid masih harus ketakutan dalam.





Wednesday, March 11, 2009

project akhir tahun #6